
TENGGARONG — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen mendekatkan layanan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Melalui program inovasi Toko Kencana (Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana), DP2KB Kukar kembali menyapa warga dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Tenggarong, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menghadirkan berbagai layanan gratis dan edukatif bagi pengunjung CFD, mulai dari pemeriksaan tekanan darah gratis, permainan edukatif keluarga, hingga sesi konseling seputar Keluarga Berencana (KB) serta Pembangunan Keluarga.
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, S.Sos., M.Kes., menjelaskan bahwa inovasi Toko Kencana dirancang untuk merangkul seluruh lini usia, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, pasangan usia subur, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
“Melalui Toko Kencana, kami ingin memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana membangun keluarga yang produktif dan berkualitas, sehingga setiap anggota keluarga dapat berkontribusi positif bagi kesehatan serta pembangunan daerah,” ujar Sri Lindawati.
Pelaksanaan Toko Kencana di CFD ini dijadwalkan rutin satu kali dalam sebulan secara bergilir oleh setiap bidang di lingkungan DP2KB Kukar. Kendati terus berinovasi di pusat kabupaten, edukasi di tingkat kecamatan dan desa tetap berjalan optimal melalui Pembinaan Kelompok Kegiatan (Poktan) yang digerakkan oleh Penyuluh KB dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)
Pada edisi CFD awal November ini, giliran Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KKK) yang menjadi pelaksana utama kegiatan. Kepala Bidang KKK DP2KB Kukar, Syahril, SKM., M.Adm.Kes., menyebutkan momen ini dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan beragam program strategis bidang KKK kepada publik.
“Kali ini merupakan jadwal Bidang KKK. Kami mengenalkan secara langsung berbagai kelompok kegiatan, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga upaya peningkatan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan kader dan UMKM,” terang Syahril.
Syahril menambahkan, pembinaan BKL difokuskan agar lansia di Kukar tetap mandiri, sehat, dan tangguh sesuai kondisinya. Sementara pada kelompok remaja, DP2KB Kukar mendorong keaktifan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk membentengi generasi muda dari risiko pernikahan usia dini serta pergaulan yang tidak sehat.
Melalui keberlanjutan program Toko Kencana ini, DP2KB Kukar berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan dan kesejahteraan keluarga terus meningkat, sehingga mewujudkan keluarga Kukar yang sejahtera dan berkualitas.








